Pages

Kamis, 31 Januari 2013

sejarah b ukit siguntang



Bukit Siguntang terletak di bagian barat kota Palembang dan berjarak sekitar tiga kilometer di sebelah barat laut Karanganyar. Tempat yang dikenal dengan temuan arca Budha yang besar ini merupakan gundukan tanah yang paling menonjol di dataran Palembang, dengan tinggi sekitar 29-30 meter dari permukaan laut. Bukit Siguntang juga dikenal dan dipercaya sebagai kompleks pemakaman raja-raja Melayu. Menurut Schnitger dari situs ini banyak ditemukan berbagai jenis tinggalan budaya masa lampau. Situs Bukit Siguntang secara administratif termasuk wilayah Kelurahan Bukit lama, Kecamatan Ilir Barat I Palembang.

Menurut kitab Sejarah Melayu Bukit Siguntang merupakan tempat turunnya makhluk setengah dewa yaitu Sang Siperba, yang dikemudian hari menurunkan raja-raja Melayu di Sumatera, Kalimantan Barat, dan Semenanjung Malaysia. Menurut Sejarah Melayu, Bukit Siguntang adalah Gunung Mahameru seperti yang terdapat dalam cerita-cerita agama Hindu dan Budha. Bukit Siguntang oleh sebagian masyarakat, terutama masyarakat Melayu di Sumatera dan Semenanjung, dianggap suci karena merupakan cikal bakal orang-orang Melayu. Raja yang memerintah Malaka dikatakan sebagai keturunan dari Sang Siperba, makhluk setengah dewa yang turun di Bukit Siguntang. Oleh sebab itu orang-orang Melayu dari Malaka kalau berkunjung ke Palembang merasa belum lengkap bila belum mengunjungi Bukit Siguntang.

Menurut sumber yang patut dipercaya, pada tahun 1920 ditempat tersebut ditemukan sebuah fragmen badan arca Budha yang terbuat dari granit, yang ternyata berasal dari sebuah arca Budha yang berukuran cukup besar. Kepala Arca Budha itu semula sudah disimpan di Museum Nasional, kemudian disatukan kembali dengan badannya, tetapi bagian kakinya belum





ditemukan sampai sekarang. Setelah disatukan seluruhnya  arca Budha itu berukuran tinggi 277 cm, lebar bahu 100 cm, dan tebal 48 cm.
Di daerah Bukit Siguntang juga ditemukan fragmen arca Bodhisattwa. Kepala arca ini digambarkan dengan rambut yang tersisir rapi dengan ikatan seutas pita yang berhiaskan kuntum bunga. Sebagaimana arca Budha besar yang telah ditemukan, bagian badan arca ini ditemukan ditempat terpisah. Selain arca-arca tersebut, di Bukit Siguntang ditemukan juga runtuhan stupa dari bahan batu pasir dan bata, fragmen prasasti dan arca Bodhisatwa batu,  arca Kuwera, dan temuan terbaru adalah Budha dalam sikap duduk lengkap dengan prabha dan paying. Arca ini menggambarkan tokoh Wairocana

Di daerah Bukit Siguntang ada temuan yang menarik yaitu fragmen prasasti batu yang ditulis dalam aksara Pallawa dan bahasa Melayu Kuno. Prasasti yang terdiri dari 21 baris ini menceritakan tentang hebatnya sebuah peperangan yang mengakibatkan banyaknya darah yang tumpah, disamping menyebutkan juga kutukan bagi mereka yang berbuat kesalahan.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Fans