Minggu, 30 September 2012
balonku
balonku ada limaa
rupa rupa warnanya hijau kuning kelabu
merah muda dan biruu meletus balon hijauuu
DOOOOR hatiku sangatt kacau
balonku tnggal empat ku pegang erateraaat
pelangi
lagu favoritku wktu aku masih kecil
pelaangi pelangi alanngkah indahmu
merah kuning hijaudilangit yang biru
pelukismu agung siapa gerangan
pelangi pelangi ciptaan tuhaannn
proposal pensi
SMA Negeri 1 Karanganyar
I. PENDAHULUAN
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan limpahan karunia-Nya kepada kita semua.
Budaya merupakan hal yang perlu di lestarikan. Indonesia memiliki beranekaragam budaya yang indah dan tak lepas dari karya seni.
Sesuai dengan program kerja Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMA Negeri 1 Karanganyar masa bakti 2008 / 2009, kami bermaksud menyelenggarakan Pentas Seni (PENSI).
Dalam rangka meningkatkan apresiasi dan kecintaan para siswa terhadap kesenian dan kebudayaan. Sesuai dengan program kerja OSIS SMA Negeri 1 Karanganyar, dan untuk mengisi libur tengah semester tahun ini, kami merencanakan untuk mengadakan kegiatan Pentas Seni (PENSI). Melalui beberapa kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa kecintaan terhadap kesenian dan menjadi refreshing setelah menempuh Ulangan Tengah Semester.
II. DASAR KEGIATAN
1. Progam Kerja OSIS SMA Negeri 1 Karanganyar masa bakti 2008/2009.
2. Rapat OSIS SMA Negeri 1 Karanganyar tanggal 20 Oktober 2008.
III. TUJUAN
1. Untuk meningkatkan rasa kecitaan terhadap kesenian Indonesia.
2. Menyalurkan bakat dan minat terhadap kesenian.
3. Mengisi libur tengah semester tahun ajaran 2008/2009.
IV. JENIS KEGIATAN
Pentas Seni siswa SMA Negeri 1 Karanganyar yang terdiri :
1. Band.
2. Modern Dance.
3. Tari Tradisional.
V. PESERTA
Siswa SMA Negeri 1 Karanganyar dan tamu undangan.
VI. WAKTU DAN TEMPAT
Hari dan Tanggal : Rabu,17 Oktober 2008.
Waktu : 08.00WIB – Selesai.
Tempat :Lapangan bawah SMA N 1 Karanganyar.
(jadwal terlampir 1).
VII. SUSUNAN PANITIA
Terlampir 2.
VII. ESTIMASI BIAYA
Terlampir 3.
X. PENUTUP
Demikian proposal kegiatan ini kami buat agar menjadi dasar pertimbangan dalam menyetujui dan mundukung kegiatan ini.
Proposal ini masih jauh dari sempurna, maka kritik dan saran serta masukan yang dapat membantu menyempurnakan pelaksanaan kegiatan selanjutnya sangat kami harapkan.
Atas kesalahan dan kekurangan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Karanganyar, 1 November 2008
Ketua , Sekretaris,
Adi Purwoko Wicaksono Katon Sasongko Damarmoyo
NIS. 12050 NIS. 12205
Mengetahui,
Ketua OSIS,
Arya Gumilang Putra Pratama
NIS. 11594
Wakasek Kesiswaan, Pembina OSIS,
Bagus Nugroho N.S. Raharjo,BA
NIP. 131769222 NIP. 131285916
Menyetujui,
Kepala SMA Negeri 1 Karanganyar
Drs. H. Sukiman, B.Sc, MM.
NIP. 130346212
Lampiran 1
ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH
(OSIS)
SMA N 1 KARANGANYAR
Jl. A. W. Monginsidi 03 Karanganyar – Ska 57714 Telp. ( 0271 ) 495068
JADWAL KEGIATAN
PENTAS SENI
No Waktu Kegiatan Tempat Kordinator
1.
2.
3.
4. 08.00 – 08.30
08.30 – 09.00
09.00 – 10.00
10.00 – selesai Kumpul siswa
Pembukaan
Sambutan dari :
1. Ketua panitia
2.Pembina OSIS
3. Kepala Sekolah
Pentas Seni (PENSI)
Lapangan bawah
Panggung PENSI
Panggung PENSI
Panggung PENSI
Joko Setyawan
Anggoro
Eni Yuliani
Najib R.M
Andi M
Agus S
Bagus N.
Lampiran 2.
Susunan Panitia :
Pelindung : Drs. H. Sukiman, B.Sc, MM.
Pembina : N.S. Raharjo,BA.
Ketua : 1. Adi Purwoko Wicaksono.
2. Dyan Pratiwi.
Sekretaris : 1. Katon Sasongko Damarmoyo.
2. Winda Presti.
Bendahara : 1. Isma Reklathakusuma.
2. Desy Purnomo Putri.
Seksi Acara : 1. Eni Yuliani.
Seksi Konsumsi : 1. Adi Perdana.
2. Agus S.
3. Najib Rendra Mukti.
4. Ditta Dwi Andina.
Seksi Perlengkapan : 1. Andi Mulyono.
2. Bangun Mulyadi.
3. Bagus Nugraha.
4. Joko Setyawan.
5. Anggoro.
Seksi Dekorasi dan : 1. Rohmad Darmawan.
Dokumentasi 2. Nanang.
Seksi Humas : 1. Susilowati.
2. Shinta Ningrum.
Seksi Keamanan : 1. Nico Sanjaya.
2. Kholis Kurniawan .
Seksi PPPK : 1. Gejora Cahyani.
2. Bambang.
Pembantu umun : 1. Arivin Cahyo Nugraha.
2. Eko Purnama.
Terlampir 3.
ESTIMASI BIAYA
Pemasukan:
Iuran Siswa @ Rp 15.000,- X 1400 Rp 21.000.000,-
Donatur Sekolah Rp 2.000.000 ,-
Total Rp 23.000.000,-
Pengeluaran :
Konsumsi @ Rp 5000,- X 1500 Rp 7.500.000,-
Administrasi Rp 500.000,-
Panggung dan sound system Rp 3.000.000,-
Bintang tamu Rp 8.000.000,-
Kenang-kenangan Rp 1.000.000,-
Lain-lain Rp 1.000.000,-
Total Rp 21.000.000,-
Untuk itu kami mohon sekolah memberikan donatur sebesar Dua Juta Rupiah (Rp. 2.000.000,00).
proposal pameran seni lukis
Daftar Isi
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang …………………………………………………… 1
1.2 Maksud dan Tujuan ………………………………………….......... 2
1.3 Dasar Teori ………………………………………………………...2
II. ISI
2.1 Tema Kegiatan ……………………………………………………. 3
2.2 Macam Kegiatan ………………………………………………… . 3
2.3 Peserta ……………………………………………………………. .3
2.4 Waktu dan Tempat Pelaksanaan ………………………………… . 4
2.5 Susunan Kepanitiaan ……………………………………………. . 4
2.6 Estimasi Biaya ……………………………………………………..5
III. PENUTUP
3.1 Penutup………………………………………………………... 8
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kita mengetahui bahwa perkembangan seni lukis di Negara ini sangatlah pesat berbagai jenis lukisan baru bermunculan dimana-mana, ,mereka berlomba menunjukan keunggulan dari setiap lukisan yang mereka temukan. Maka dari itu kita harus bias melestarikan lukisan tradisional.
Secara historis, seni lukis sangat terkait dengan gambar. Peninggalan-peninggalan prasejarah memperlihatkan bahwa sejak ribuan tahun yang lalu, nenek moyang manusia telah mulai membuat gambar pada dinding-dinding gua untuk mencitrakan bagian-bagian penting dari kehidupan. Sebuah lukisan atau gambar bisa dibuat hanya dengan menggunakan materi yang sederhana seperti arang, kapur, atau bahan lainnya. Salah satu teknik terkenal gambar prasejarah yang dilakukan orang-orang gua adalah dengan menempelkan tangan di dinding gua, lalu menyemburnya dengan kunyahan dedaunan atau batu mineral berwarna. Hasilnya adalah jiplakan tangan berwana-warni di dinding-dinding gua yang masih bisa dilihat hingga saat ini. Kemudahan ini memungkinkan gambar (dan selanjutnya lukisan) untuk berkembang lebih cepat daripada cabang seni rupa lain seperti seni patung dan seni keramik.
Seperti gambar, lukisan kebanyakan dibuat di atas bidang datar seperti dinding, lantai, kertas, atau kanvas. Dalam pendidikan seni rupa modern di Indonesia, sifat ini disebut juga dengan dwi-matra (dua dimensi, dimensi datar).
Objek yang sering muncul dalam karya-karya purbakala adalah manusia, binatang, dan objek-objek alam lain seperti pohon, bukit, gunung, sungai, dan laut. Bentuk dari objek yang digambar tidak selalu serupa dengan aslinya. Ini disebut citra dan itu sangat dipengaruhi oleh pemahaman si pelukis terhadap objeknya. Misalnya, gambar seekor banteng dibuat dengan proporsi tanduk yang luar biasa besar dibandingkan dengan ukuran tanduk asli. Pencitraan ini dipengaruhi oleh pemahaman si pelukis yang menganggap tanduk adalah bagian paling mengesankan dari seekor banteng. Karena itu, citra mengenai satu macam objek menjadi berbeda-beda tergantung dari pemahaman budaya masyarakat di daerahnya.
1.2 Maksud dan Tujuan
Tujuan yang hendak di capai dari pergelaran ini adalah:
1.Memotivasi pembentukan sikap terhadap lukisan tradisional.
2.Untuk mempertahankan semangat kebudayaan nusantara khususnya di bidang seni lukis.
3.Untuk mengembangkan semangat dalam pengembangan lukisan tradisional.
4.Untuk menambah kekreatifan siswa dalam melaksanakan suatu pergelaran yang menarik.
1.3 Dasar Teori
Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika.
Seni rupa dibedakan ke dalam tiga kategori, yaitu seni rupa murni atau seni murni, kriya, dan desain. Seni rupa murni mengacu kepada karya-karya yang hanya untuk tujuan pemuasan eksresi pribadi, sementara kriya dan desain lebih menitikberatkan fungsi dan kemudahan produksi.
Secara kasar terjemahan seni rupa di dalam Bahasa Inggris adalah fine art. Namun sesuai perkembangan dunia seni modern, istilah fine art menjadi lebih spesifik kepada pengertian seni rupa murni untuk kemudian menggabungkannya dengan desain dan kriya ke dalam bahasan visual arts.
Seni lukis adalah salah satu cabang dari seni rupa. Dengan dasar pengertian yang sama, seni lukis adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh dari menggambar.
Melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan dari objek tiga dimensi untuk mendapat kesan tertentu. Medium lukisan bisa berbentuk apa saja, seperti kanvas, kertas, papan, dan bahkan film di dalam fotografi bisa dianggap sebagai media lukisan. Alat yang digunakan juga bisa bermacam-macam, dengan syarat bisa memberikan imaji tertentu kepada media yang digunakan.
Sejarah seni lukis di Indonesia
Seni lukis modern Indonesia dimulai dengan masuknya penjajahan Belanda di Indonesia. Kecenderungan seni rupa Eropa Barat pada zaman itu ke aliran romantisme membuat banyak pelukis Indonesia ikut mengembangkan aliran ini.
Raden Saleh Syarif Bustaman adalah salah seorang asisten yang cukup beruntung bisa mempelajari melukis gaya Eropa yang dipraktekkan pelukis Belanda. Raden Saleh kemudian melanjutkan belajar melukis ke Belanda, sehingga berhasil menjadi seorang pelukis Indonesia yang disegani dan menjadi pelukis istana di beberapa negera Eropa. Namun seni lukis Indonesia tidak melalui perkembangan yang sama seperti zaman renaisans Eropa, sehingga perkembangannya pun tidak melalui tahapan yang sama. Era revolusi di Indonesia membuat banyak pelukis Indonesia beralih dari tema-tema romantisme menjadi cenderung ke arah "kerakyatan". Objek yang berhubungan dengan keindahan alam Indonesia dianggap sebagai tema yang mengkhianati bangsa, sebab dianggap menjilat kepada kaum kapitalis yang menjadi musuh ideologi komunisme yang populer pada masa itu. Selain itu, alat lukis seperti cat dan kanvas yang semakin sulit didapat membuat lukisan Indonesia cenderung ke bentuk-bentuk yang lebih sederhana, sehingga melahirkan abstraksi.
Gerakan Manifesto Kebudayaan yang bertujuan untuk melawan pemaksaan ideologi komunisme membuat pelukis pada masa 1950an lebih memilih membebaskan karya seni mereka dari kepentingan politik tertentu, sehingga era ekspresionisme dimulai. Lukisan tidak lagi dianggap sebagai penyampai pesan dan alat propaganda. Perjalanan seni lukis Indonesia sejak perintisan R. Saleh sampai awal abad XXI ini, terasa masih terombang-ambing oleh berbagai benturan konsepsi.
Kemapanan seni lukis Indonesia yang belum mencapai tataran keberhasilan sudah diporak-porandakan oleh gagasan modernisme yang membuahkan seni alternatif atau seni kontemporer, dengan munculnya seni konsep (conceptual art): “Installation Art”, dan “Performance Art”, yang pernah menjamur di pelosok kampus perguruan tinggi seni sekitar 1993-1996. Kemudian muncul berbagai alternatif semacam “kolaborasi” sebagai mode 1996/1997. Bersama itu pula seni lukis konvensional dengan berbagai gaya menghiasi galeri-galeri, yang bukan lagi sebagai bentuk apresiasi terhadap masyarakat, tetapi merupakan bisnis alternatif investasi.
II. ISI
2.1 Tema Kegiatan
“Dengan pergelaran “Seni Lukis Tradisional” kembangkan semangat lukisan sebagai identitas bangsa lewat apresiasi yang kreatif.”
2.2 Macam kegiatan
~ Pameran Seni lukis
~ Hiburan
2.3 Peserta
Dalam pergelaran ini, kami turut mengundang:
-Bapak Walikota Kota Jawa Barat atau yang mewakili 1 orang
-Bupati Subang Tengah atau yang mewakili, 1 orang
- Pejabat-Pejabat Pemerintahan Kota Subang dan Ajkarta, 10 orang
- Para Donatur/sponsor pergelaran, 6 orang
- Kepala Sekolah dari setiap sekolah dan SMPN Satu Atap 1 Kalijati, 6 orang
- Guru-guru dan Staf Tata Usaha SMPN Satu Atap 1 Kalijati, 40 orang
- Perwakilan dari Setiap sekolah di Kota Subang, 6 orang
- Seluruih siswa SMPN Satu Atap 1 KaliJATI. 800 orang
- Undangan dari band 10 orang
Jumlah
880 orang
2.4 Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Pergelaran dilaksanakan pada:
Hari dan tanggal : Sabtu,20 Juni 2018
Waktu : 08.00 sampai dengan selesai
Tempat : Subang Lapangan Bintang
2.5 Susunan Kepanitiaan
Ketua Panitia : Ober Sindezca
Sekretaris : Ulises EsterLina
Bendahara : Nurintan P
Seksi
•Seksi Dana : Nurintan P
•Seksi Penata Teknis : Irvan Desdodo ginting
•Seksi Akomodasi : Dodi Pratama
•Seksi Dekorasi : Yurlin Hondro
•Seksi Dokumentasi : Najmi Ariady
•Seksi Konsumsi : Riris
•Seksi Peralatan : Carolus F.C .N
•Seksi Keamanan : Boris Frans
•Seksi perlengkapan : Cintya M
2.5 Estimasi Biaya
PEMASUKAN
Seksi Dana
Osis Rp. 5.000.000,-
Iuran perorangan Rp. 4.000.000,-
Donatur orang tua siswa:
- Kelas X Rp. 5.000.000,-
- Kelas XI Rp. 8.000.000,-
- Kelas 3XII Rp. 3.000.000,-
Kepala Sekolah Rp. 5.000.000,-
Guru dan staf pegawai Rp. 8.000.000,-
Sponsor
- Telkomsel Rp. 10.000.000,-
- Teh botol sosro Rp. 5.000.000,-
- Aqua Rp. 10.000.000,-
- Axis Rp. 5.000.000,-
- Dinas Pendidikan Rp. 10.000.000,-
- Dinas Kebudayaan Rp. 15.000.000,-
Jumlah
Rp.. 9.300.000,-
PENGELUARAN
Seksi Konsumsi
1. Selama Latihan 2 kali pertemuan
Perincian Biaya
Latiahan Pertama :
- Pemilihan lagu - Aqua 2 kotak Rp. 50.000,-
- Roti 25 bungkus Rp. 50.000,-
- Mengaransemen lagu - Aqua 2 kotak Rp. 50.000,-
- Roti 30 bungkus Rp. 60.000,-
- Membaca Not - Aqua 2 kotak Rp. 50.000,-
- Roti 25 bungkus Rp. 50.000,-
- Makanan Selingan Rp. 40.000,-
Latihan Kedua :
- Mempelajari syair lagu - Aqua 1 kotak Rp. 25.000,-
- Roti 25 bungkus Rp. 25.000,-
- Buah-buahan Rp. 15.000,-
- Gladi bersih - Aqua 2 kotak Rp. 50.000,-
- Roti 50 bungkus Rp. 50.000, - Selingan Rp. 25.000,-
2.Konsumsi acara puncak
Makanan
-Nasi kotak
Siswa (Rp.10.000,- x 800 orang) Rp. 8.000.000,-
Guru (Rp. 15.000,- x 40 orang) Rp. 600.000,-
Undangan (Rp.17.500 x 30 orang) Rp. 525.000,-
Pemain (Rp.15.000 x 5 orang) Rp. 75.000,-
Dan lain-lain (Rp.10.000 x 10 orang) Rp. 100.000,-
Minuman
- Aqua Gelas untuk siswa (Rp.500,- x 800 orang) Rp. 400.000,-
- Aqua botol untuk guru ( Rp. 2.500,- x 40 orang) Rp. 100.000,-
- Sosro untuk undangan (Rp.2.500,- x 30 orang) Rp. 75.000,-
Makanan Selingan
- Buah-buahan Rp. 870.000,-
- Lain-lain Rp. 100.000,-
Jumlah
Rp.11.435.000,-
Seksi Dekorasi
- Bunga panggung Rp. 500.000,-
- Taplak Meja 10 buah Rp. 300.000,-
- Bunga Meja 10 buah Rp. 250.000,-
- Latar panggung Rp. 500.000,-
Jumlah
Rp.1.550.000,-
Seksi Keamanan
- Polisi 10 orang Rp. 2.500.000,-
- Tukang parker 2 orang Rp. 400.000,-
+
Jumlah Rp. 2.900.000,-
Seksi Akomodasi
1. Transportasi
- Selama latihan
Angkot Rp. 10.000,- pulang pergi, 10 x pertemuan Rp. 100.000,-
2.Transportasi bus saat acara puncak
1 x pertemuan x Rp. 750.000,-
3.Promosi
- Spanduk 3 lembar x Rp. 350.000,- Rp. 1.050.000,-
- Surat Undangan
Siswa Rp.1.000,- x 800 orang Rp. 800.000,-
Guru Rp. 1.500,- x 40 orang Rp. 60.000,-
Undangan Rp. 20.000,- x 30 orang Rp. 60.000,-
Jumlah Rp. 2.820.000,-
Seksi Peralatan
1. Sound System Rp.200.000,- x 8 buah Rp. 1.600.000,-
2. Sewa 7 alat band yang terdiri dari
- Keyboard 1 buah Rp. 750.000,-
- Dram set 1 buah Rp. 500.000,-
- Gitar Listrik 2 buah Rp. 500.000,-
- Mic 5 buah Rp. 500.000,-
- Alat Sederhana:
Maracas, botol, Pianika, gitar, Gendang Rp. 500.000,-
- Tape 1 buah Rp. 150.000,-
3. Teknisi Rp. 500.000,-
Jumlah Rp. 4.100.000,-
Seksi Penata Teknis
1. Lampu sorot 3 buah Rp. 4.500.000,-
2. Lampu untuk penonton 18 buah Rp. 450.000,-
3. Kursi
- Siswa 800 orang Rp. 8.000.000,-
- Guru 40 orang Rp. 8.000.000,-
- Undangan 30 orang Rp. 3.000.000,-
- dan lain-lain (polisi, tukang parkir, pemain) Rp. 400.000,-
4. Taratak
- 1 buah ukuran 5x10 m (Ruang ganti) Rp. 7.500.000,-
- 2 buah ukuran 10x10 m ( panggung &VVIP)
- 2 buah ukuran 15x 20 m ( Guru &siswa)
. Meja 10 buah Rp. 2.000.000,-
Sewa Tempat Rp. 8.000.000,-
Jumlah Rp.10.000.000,-
Pemasukan Rp. 93.000.000,-
Pengeluaran Rp. 66.655.000,-
Gaji seluruh anggota Rp. 15.000.000,-
Dan lain-lain Rp. 10.000.000,-
-
Sisa Rp. 1.345.000,-
( Catatan: Sisa dimasukkan ke kas osis. )
III. PENUTUP
Demikian proposal kegiatan ini. Semoga dapat memenuhi harapan kita semua, kami sangat mengaharapkan dukungan dan partisipasi bapak dan ibu. Atas perhatian bapak dan ibu kami ucapkan terimakasih.
proposal pameran seni lukis
Daftar Isi
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang …………………………………………………… 1
1.2 Maksud dan Tujuan ………………………………………….......... 2
1.3 Dasar Teori ………………………………………………………...2
II. ISI
2.1 Tema Kegiatan ……………………………………………………. 3
2.2 Macam Kegiatan ………………………………………………… . 3
2.3 Peserta ……………………………………………………………. .3
2.4 Waktu dan Tempat Pelaksanaan ………………………………… . 4
2.5 Susunan Kepanitiaan ……………………………………………. . 4
2.6 Estimasi Biaya ……………………………………………………..5
III. PENUTUP
3.1 Penutup………………………………………………………... 8
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kita mengetahui bahwa perkembangan seni lukis di Negara ini sangatlah pesat berbagai jenis lukisan baru bermunculan dimana-mana, ,mereka berlomba menunjukan keunggulan dari setiap lukisan yang mereka temukan. Maka dari itu kita harus bias melestarikan lukisan tradisional.
Secara historis, seni lukis sangat terkait dengan gambar. Peninggalan-peninggalan prasejarah memperlihatkan bahwa sejak ribuan tahun yang lalu, nenek moyang manusia telah mulai membuat gambar pada dinding-dinding gua untuk mencitrakan bagian-bagian penting dari kehidupan. Sebuah lukisan atau gambar bisa dibuat hanya dengan menggunakan materi yang sederhana seperti arang, kapur, atau bahan lainnya. Salah satu teknik terkenal gambar prasejarah yang dilakukan orang-orang gua adalah dengan menempelkan tangan di dinding gua, lalu menyemburnya dengan kunyahan dedaunan atau batu mineral berwarna. Hasilnya adalah jiplakan tangan berwana-warni di dinding-dinding gua yang masih bisa dilihat hingga saat ini. Kemudahan ini memungkinkan gambar (dan selanjutnya lukisan) untuk berkembang lebih cepat daripada cabang seni rupa lain seperti seni patung dan seni keramik.
Seperti gambar, lukisan kebanyakan dibuat di atas bidang datar seperti dinding, lantai, kertas, atau kanvas. Dalam pendidikan seni rupa modern di Indonesia, sifat ini disebut juga dengan dwi-matra (dua dimensi, dimensi datar).
Objek yang sering muncul dalam karya-karya purbakala adalah manusia, binatang, dan objek-objek alam lain seperti pohon, bukit, gunung, sungai, dan laut. Bentuk dari objek yang digambar tidak selalu serupa dengan aslinya. Ini disebut citra dan itu sangat dipengaruhi oleh pemahaman si pelukis terhadap objeknya. Misalnya, gambar seekor banteng dibuat dengan proporsi tanduk yang luar biasa besar dibandingkan dengan ukuran tanduk asli. Pencitraan ini dipengaruhi oleh pemahaman si pelukis yang menganggap tanduk adalah bagian paling mengesankan dari seekor banteng. Karena itu, citra mengenai satu macam objek menjadi berbeda-beda tergantung dari pemahaman budaya masyarakat di daerahnya.
1.2 Maksud dan Tujuan
Tujuan yang hendak di capai dari pergelaran ini adalah:
1.Memotivasi pembentukan sikap terhadap lukisan tradisional.
2.Untuk mempertahankan semangat kebudayaan nusantara khususnya di bidang seni lukis.
3.Untuk mengembangkan semangat dalam pengembangan lukisan tradisional.
4.Untuk menambah kekreatifan siswa dalam melaksanakan suatu pergelaran yang menarik.
1.3 Dasar Teori
Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika.
Seni rupa dibedakan ke dalam tiga kategori, yaitu seni rupa murni atau seni murni, kriya, dan desain. Seni rupa murni mengacu kepada karya-karya yang hanya untuk tujuan pemuasan eksresi pribadi, sementara kriya dan desain lebih menitikberatkan fungsi dan kemudahan produksi.
Secara kasar terjemahan seni rupa di dalam Bahasa Inggris adalah fine art. Namun sesuai perkembangan dunia seni modern, istilah fine art menjadi lebih spesifik kepada pengertian seni rupa murni untuk kemudian menggabungkannya dengan desain dan kriya ke dalam bahasan visual arts.
Seni lukis adalah salah satu cabang dari seni rupa. Dengan dasar pengertian yang sama, seni lukis adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh dari menggambar.
Melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan dari objek tiga dimensi untuk mendapat kesan tertentu. Medium lukisan bisa berbentuk apa saja, seperti kanvas, kertas, papan, dan bahkan film di dalam fotografi bisa dianggap sebagai media lukisan. Alat yang digunakan juga bisa bermacam-macam, dengan syarat bisa memberikan imaji tertentu kepada media yang digunakan.
Sejarah seni lukis di Indonesia
Seni lukis modern Indonesia dimulai dengan masuknya penjajahan Belanda di Indonesia. Kecenderungan seni rupa Eropa Barat pada zaman itu ke aliran romantisme membuat banyak pelukis Indonesia ikut mengembangkan aliran ini.
Raden Saleh Syarif Bustaman adalah salah seorang asisten yang cukup beruntung bisa mempelajari melukis gaya Eropa yang dipraktekkan pelukis Belanda. Raden Saleh kemudian melanjutkan belajar melukis ke Belanda, sehingga berhasil menjadi seorang pelukis Indonesia yang disegani dan menjadi pelukis istana di beberapa negera Eropa. Namun seni lukis Indonesia tidak melalui perkembangan yang sama seperti zaman renaisans Eropa, sehingga perkembangannya pun tidak melalui tahapan yang sama. Era revolusi di Indonesia membuat banyak pelukis Indonesia beralih dari tema-tema romantisme menjadi cenderung ke arah "kerakyatan". Objek yang berhubungan dengan keindahan alam Indonesia dianggap sebagai tema yang mengkhianati bangsa, sebab dianggap menjilat kepada kaum kapitalis yang menjadi musuh ideologi komunisme yang populer pada masa itu. Selain itu, alat lukis seperti cat dan kanvas yang semakin sulit didapat membuat lukisan Indonesia cenderung ke bentuk-bentuk yang lebih sederhana, sehingga melahirkan abstraksi.
Gerakan Manifesto Kebudayaan yang bertujuan untuk melawan pemaksaan ideologi komunisme membuat pelukis pada masa 1950an lebih memilih membebaskan karya seni mereka dari kepentingan politik tertentu, sehingga era ekspresionisme dimulai. Lukisan tidak lagi dianggap sebagai penyampai pesan dan alat propaganda. Perjalanan seni lukis Indonesia sejak perintisan R. Saleh sampai awal abad XXI ini, terasa masih terombang-ambing oleh berbagai benturan konsepsi.
Kemapanan seni lukis Indonesia yang belum mencapai tataran keberhasilan sudah diporak-porandakan oleh gagasan modernisme yang membuahkan seni alternatif atau seni kontemporer, dengan munculnya seni konsep (conceptual art): “Installation Art”, dan “Performance Art”, yang pernah menjamur di pelosok kampus perguruan tinggi seni sekitar 1993-1996. Kemudian muncul berbagai alternatif semacam “kolaborasi” sebagai mode 1996/1997. Bersama itu pula seni lukis konvensional dengan berbagai gaya menghiasi galeri-galeri, yang bukan lagi sebagai bentuk apresiasi terhadap masyarakat, tetapi merupakan bisnis alternatif investasi.
II. ISI
2.1 Tema Kegiatan
“Dengan pergelaran “Seni Lukis Tradisional” kembangkan semangat lukisan sebagai identitas bangsa lewat apresiasi yang kreatif.”
2.2 Macam kegiatan
~ Pameran Seni lukis
~ Hiburan
2.3 Peserta
Dalam pergelaran ini, kami turut mengundang:
-Bapak Walikota Kota Jawa Barat atau yang mewakili 1 orang
-Bupati Subang Tengah atau yang mewakili, 1 orang
- Pejabat-Pejabat Pemerintahan Kota Subang dan Ajkarta, 10 orang
- Para Donatur/sponsor pergelaran, 6 orang
- Kepala Sekolah dari setiap sekolah dan SMPN Satu Atap 1 Kalijati, 6 orang
- Guru-guru dan Staf Tata Usaha SMPN Satu Atap 1 Kalijati, 40 orang
- Perwakilan dari Setiap sekolah di Kota Subang, 6 orang
- Seluruih siswa SMPN Satu Atap 1 KaliJATI. 800 orang
- Undangan dari band 10 orang
Jumlah
880 orang
2.4 Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Pergelaran dilaksanakan pada:
Hari dan tanggal : Sabtu,20 Juni 2018
Waktu : 08.00 sampai dengan selesai
Tempat : Subang Lapangan Bintang
2.5 Susunan Kepanitiaan
Ketua Panitia : Ober Sindezca
Sekretaris : Ulises EsterLina
Bendahara : Nurintan P
Seksi
•Seksi Dana : Nurintan P
•Seksi Penata Teknis : Irvan Desdodo ginting
•Seksi Akomodasi : Dodi Pratama
•Seksi Dekorasi : Yurlin Hondro
•Seksi Dokumentasi : Najmi Ariady
•Seksi Konsumsi : Riris
•Seksi Peralatan : Carolus F.C .N
•Seksi Keamanan : Boris Frans
•Seksi perlengkapan : Cintya M
2.5 Estimasi Biaya
PEMASUKAN
Seksi Dana
Osis Rp. 5.000.000,-
Iuran perorangan Rp. 4.000.000,-
Donatur orang tua siswa:
- Kelas X Rp. 5.000.000,-
- Kelas XI Rp. 8.000.000,-
- Kelas 3XII Rp. 3.000.000,-
Kepala Sekolah Rp. 5.000.000,-
Guru dan staf pegawai Rp. 8.000.000,-
Sponsor
- Telkomsel Rp. 10.000.000,-
- Teh botol sosro Rp. 5.000.000,-
- Aqua Rp. 10.000.000,-
- Axis Rp. 5.000.000,-
- Dinas Pendidikan Rp. 10.000.000,-
- Dinas Kebudayaan Rp. 15.000.000,-
Jumlah
Rp.. 9.300.000,-
PENGELUARAN
Seksi Konsumsi
1. Selama Latihan 2 kali pertemuan
Perincian Biaya
Latiahan Pertama :
- Pemilihan lagu - Aqua 2 kotak Rp. 50.000,-
- Roti 25 bungkus Rp. 50.000,-
- Mengaransemen lagu - Aqua 2 kotak Rp. 50.000,-
- Roti 30 bungkus Rp. 60.000,-
- Membaca Not - Aqua 2 kotak Rp. 50.000,-
- Roti 25 bungkus Rp. 50.000,-
- Makanan Selingan Rp. 40.000,-
Latihan Kedua :
- Mempelajari syair lagu - Aqua 1 kotak Rp. 25.000,-
- Roti 25 bungkus Rp. 25.000,-
- Buah-buahan Rp. 15.000,-
- Gladi bersih - Aqua 2 kotak Rp. 50.000,-
- Roti 50 bungkus Rp. 50.000, - Selingan Rp. 25.000,-
2.Konsumsi acara puncak
Makanan
-Nasi kotak
Siswa (Rp.10.000,- x 800 orang) Rp. 8.000.000,-
Guru (Rp. 15.000,- x 40 orang) Rp. 600.000,-
Undangan (Rp.17.500 x 30 orang) Rp. 525.000,-
Pemain (Rp.15.000 x 5 orang) Rp. 75.000,-
Dan lain-lain (Rp.10.000 x 10 orang) Rp. 100.000,-
Minuman
- Aqua Gelas untuk siswa (Rp.500,- x 800 orang) Rp. 400.000,-
- Aqua botol untuk guru ( Rp. 2.500,- x 40 orang) Rp. 100.000,-
- Sosro untuk undangan (Rp.2.500,- x 30 orang) Rp. 75.000,-
Makanan Selingan
- Buah-buahan Rp. 870.000,-
- Lain-lain Rp. 100.000,-
Jumlah
Rp.11.435.000,-
Seksi Dekorasi
- Bunga panggung Rp. 500.000,-
- Taplak Meja 10 buah Rp. 300.000,-
- Bunga Meja 10 buah Rp. 250.000,-
- Latar panggung Rp. 500.000,-
Jumlah
Rp.1.550.000,-
Seksi Keamanan
- Polisi 10 orang Rp. 2.500.000,-
- Tukang parker 2 orang Rp. 400.000,-
+
Jumlah Rp. 2.900.000,-
Seksi Akomodasi
1. Transportasi
- Selama latihan
Angkot Rp. 10.000,- pulang pergi, 10 x pertemuan Rp. 100.000,-
2.Transportasi bus saat acara puncak
1 x pertemuan x Rp. 750.000,-
3.Promosi
- Spanduk 3 lembar x Rp. 350.000,- Rp. 1.050.000,-
- Surat Undangan
Siswa Rp.1.000,- x 800 orang Rp. 800.000,-
Guru Rp. 1.500,- x 40 orang Rp. 60.000,-
Undangan Rp. 20.000,- x 30 orang Rp. 60.000,-
Jumlah Rp. 2.820.000,-
Seksi Peralatan
1. Sound System Rp.200.000,- x 8 buah Rp. 1.600.000,-
2. Sewa 7 alat band yang terdiri dari
- Keyboard 1 buah Rp. 750.000,-
- Dram set 1 buah Rp. 500.000,-
- Gitar Listrik 2 buah Rp. 500.000,-
- Mic 5 buah Rp. 500.000,-
- Alat Sederhana:
Maracas, botol, Pianika, gitar, Gendang Rp. 500.000,-
- Tape 1 buah Rp. 150.000,-
3. Teknisi Rp. 500.000,-
Jumlah Rp. 4.100.000,-
Seksi Penata Teknis
1. Lampu sorot 3 buah Rp. 4.500.000,-
2. Lampu untuk penonton 18 buah Rp. 450.000,-
3. Kursi
- Siswa 800 orang Rp. 8.000.000,-
- Guru 40 orang Rp. 8.000.000,-
- Undangan 30 orang Rp. 3.000.000,-
- dan lain-lain (polisi, tukang parkir, pemain) Rp. 400.000,-
4. Taratak
- 1 buah ukuran 5x10 m (Ruang ganti) Rp. 7.500.000,-
- 2 buah ukuran 10x10 m ( panggung &VVIP)
- 2 buah ukuran 15x 20 m ( Guru &siswa)
. Meja 10 buah Rp. 2.000.000,-
Sewa Tempat Rp. 8.000.000,-
Jumlah Rp.10.000.000,-
Pemasukan Rp. 93.000.000,-
Pengeluaran Rp. 66.655.000,-
Gaji seluruh anggota Rp. 15.000.000,-
Dan lain-lain Rp. 10.000.000,-
-
Sisa Rp. 1.345.000,-
( Catatan: Sisa dimasukkan ke kas osis. )
III. PENUTUP
Demikian proposal kegiatan ini. Semoga dapat memenuhi harapan kita semua, kami sangat mengaharapkan dukungan dan partisipasi bapak dan ibu. Atas perhatian bapak dan ibu kami ucapkan terimakasih.
sosiologi
Sosiologi sebagai ahli riset
Sosiologi sebagai konsultan kebijakan
Sosiologi sebagai teknisi
Sosiologi sebagai guru atau pendidik
Masalah sosial
Masalah sosial timbul karena tidak adanya integrasi yang harmonis antara lembaga-lembaaga kemasyarakatan. Orang per orang mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan berbagai macam hubungan sosial.
Kemiskinan
Kejahatan
Peperangan
Disorganisasi keluarga
bahasa
Menggunakan Bahasa Indonesia Yang Baik dan Benar
Penjelasan
Berbahasa indonesia dengan baik artinya berbahasa dengan menggunakan bahasa sehari- hari
Tempat yang digunakan untuk berbahasa indonesia dengan baik adalah dirumah , dipasar , dikampung , dan ditempat – tempat yang tidak resmi lainnya.
Sedangkan berbahasa indonesia yang benar artinya menggunakan kata – kata yang baku/ resmi / standar menurut EYD/ejaan yang di sempurnakan.
Tempat yang digunakan untuk berbahasa indonesia dengan benar adalah disekolah , dikantor , ditempat – tempat sidang resmi, misalnya dalam rapat, dan jika berbicara dengan orang yang dihormati.
2.1.1
Menyampaikan informasi secara Dekduktif dan menyampaikan secara Induktif
Dekduktif artinya penyampaian informasi secar umum,lalu menuju bagian – bagian khusus.
Contoh penyampaian informasi-informasi secara Dekduktif adalah :
1. Menyontek,tidak baik, mereka yang tekun belajar sering dikalahkan oleh ketidak jujuran para penyontek justru mendapat nilai bagus
2. Pengawai yang baik,tidak mau menerima suap
3. Hampir semua pelosok mentawai indah
Diempat kecamatan terdapat hutan pearawan. Hutan ini menyimpan ratusan jenis flora dan fauna yang hanya terdapat dimentaway. Lutung mentawai merupakan primata yang menarik.
Sedangkan penyampaian informasi secara Induktif artinya penyampaian informasi secara khusus,lalu menuju bagian-bagian umum
Contoh penyampaian informasi secara Induktif :
1. Tanaman jagung berakar serabut. Demikian juga pisang.biji tanaman-tanaman tersebut ternyata bijinya berkeping tunggal. Disimpulkan bahwa tanaman serabut memiliki biji berkeping tunggal.
2. Tembaga adalah jenis logam, bila dipanaskan akan memuai.
Perak adalah jenis logam,bila dipanaskan akan memuai.
Timah adalah jenis logam,bila dipanaskan akan memuai.
Seng adalah jenis logam, bila dipanaskan akan memuai.
Dari peristiwa-peristiwa itu,dapat ditarik kesimpulan bahwa semua logam bila dipanaskan akan memuai.
2.1.2
Mengubah Informasi dari Bentuk Lisan ke Dalam Bentuk Bagan
Bagan artinya Alat peraga berupa skema tentang keadaan yang terjadi secaragaris besar mengenai ilmu pengetahuan,alam,maupun teknologi.
Bagan berfungsi untuk menyampaikan informasi secara ringkas, sederhana, efektif, dan menarik. Karena itu, dalam bagan tidak perlu dicantumkan keterangan secara terperinci, tetapi cukup garis besarnya saja.
Cara Membaca Bagan
1. Bacalah judul bagan agar mudah mengetahui isi secara garis besar.
2. Bacalah informasi yang terdapat dalam setiap bagian bagan.
3. Bacalah bagan itu secar keseluruhan.
Lalu simpulkanlah, bila ada anak panah, maka ikutilah anak panah tersebut.
Contoh informasi dalam bentuk bagan, dikemukakan melalui bagan anak panah/bagan arus tercantum dibawah ini
Pembagian Kesusasteraan
Sastra Lama Sastra Baru
Prosa Lama Puisi Lama Prosa Baru Puisi Baru
1.Dongeng 1. Pantun 1. Novel Puisi
2. Hikayat 2. Syair 2. Cerpen Modern
Menyimak untuk memahami perintah
(menyebutkan kegiatan yang akan dilakukan berdasarkan isi perintah)
Kalimat perintah adalah kalimat yang mengharapkan tanggapan dari lawan bicara. Contohnya :
1. Masuk !
2. Masuklah !
3. Masuklah Engkau !
4. Pergilah Engkau !
5. Pergi !
Ciri – ciri kalimat perintah
1. Menggunakan tanda seru ( ! )
2. Menggunakan partikel – lah untuk menegaskan
3. Menggunakan pola kalimat P – S (Predikat - Subjek)
4. Menggunakan kata kerja yang tidak beraturan/tidak berawalan
Macam-macam kalimat perintah berdasarkan isinya
1. Perintah biasa/suruh. contoh: jangan kau lakukan itu !
2. Larangan. contoh: jangan kau lakukan itu !
3. Sindiran. contoh: ambillah kalau memang berani !
4. Harapan. contoh: saya harap anda mengerti !
5. Permohonan. contoh: tolong ambilkan pena itu !
6. Persilakan. contoh: hadirin dipersilakan berdiri !
7. Saran. contoh: saya sarankan anda pulang !
Memahami Perintah Kerja Tertulis
(Meringkas Novel )
Penjelasan
Menurut sastrawan bernama suharyanto bahwa roman dan novel tidak berbeda. Pada masa sekarang ini di sebut NOVEL.
Novel artinya bentuk karya sastra yang ceritanya dapat mengubah nasib pelaku utamanya.
“contoh novel antara lain berjudul AKI karya Idrus angkatan 45’
Unsur-unsur intrinsik (unsur dalam) pada sebuah novel adalah :
1. Tema / topik, artinya pokok persoalan yang ada didalam novel
2. Setting / latar, artinya tempat kejadian cerita
3. Alur / plot, artinya jalan cerita novel tersebut
4. Penokohan, artinya nama-nama pelaku cerita novel
5. Karakteristik, artinya watak para pelaku novel tersebut
6. Amanat, artinya pesan pengarang kepada pembaca melalui cerita novel tersebut
Unsur – unsur ekstrinstik (unsure luar) pada sebuah novel adalah :
1. Nama Pengarang
2. Angkatan nama pengarang
3. Asal daerah nama pengarang
4. Judul novel
5. Nama penerbit
6. Tahun terbit
7. Gambar pada kulit muka novel dan warna kulit muka itu
8. Jumlah halaman
Memahami Makna Denotatif, Konotatif, Sinonim, dan Antonim didalam kalimat
Makna Denotatif artinya Makna yang sebenarnya
Contoh makna Denotatif : Mahkota putrid dihiasi permata.
(Sejenis Perhiasan berharga)
Sedangkan Makna Konotatif artinya makna khiasan.
Contoh kalimat konotatif : Dialah permata hatiku.
( maksudnya kekasih ).
Ungkapan disebut juga idiom, artinya kata yang mengandung arti khiasan.
Contoh ungkapan:
- pemuda itu berdarah panas (maksudnya mudah marah)
- karena mencuri, pemuda itu menginap di hotel prodeo (maksudnya penjara)
Sinonim artinya kata yang mengandung arti yang sama.
Contoh anonim :
Aktual = Hangat
Wisma = Rumah
Antonim artinya kata yang berawalan arti / lawan kata.
Contoh :
1. Statis >< Dinamis
2. Pesimis >< Optimis
3. Dan sebagainya
Menggunakan Kalimat Tanya Secara Lisan
Kalimat Tanya artinya kalimat yang berupa pertanyaan dan memerlukan jawaban.
Ciri – ciri kalimat tanya :
1. Menggunakan intonasi tanya (?)
2. Menggunakan partikel – kah (misal : Apakah,pandaikah)
3. Menggunakan kata tanya (misal: apa, siapa, mengapa, mana, dimana, kapan, bagaimana)
Jenis – jenis kalimat tanya terdiri dari :
1. Pertanyaan yang memerlukan jawaban teguran
2. Pertanyaan yang memerlukan jawaban Ya atau Tidak
3. Pertanyaan yang melalui blangko
4. Pertanyaan retorik(pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban)
5. Pertanyaan tersamar dengan tujuan merayu, mengajak, menyindir, memohon / meminta
6. Pertanyaan untuk menggali informasi
Contoh kalimat Tanya adalah :
1. Kalimat yang memerlukan jawaban terurai
Contoh : bagaimana cara membuat tahu ?
2. Kalimat Tanya yang memerlukan jawaban Ya atau Tidak
Contoh : apakah anda pandai bermain basket ?
3. Kalimat Tanya yang memerlukan blangko
Contoh : jurusan apa yang anda pilih pada STM ini ?
4. Pertanyaan retorik
Contoh : siapa yang tidak mau uang ?
5. Kalimat Tanya tersamar
a. Contoh tujuan merayu : boleh saya pinjam pena mu?
b. Contoh tujuan menyindir : apakah kau bersedia dating kesini ?
c. Contoh tujuan menyindir : inginkan kau pinjami buku baru
d. Contoh tujuan memohon / memintah : bagaimana cerita tentang dia
Membuat Para Frase Lisan/Memparafrasekan Informasi Secara Lisan dari hal yang dibaca dengan Menggunakan Bahasa Sendiri
Parafrase artinya : Menguraikan kembali suatu teks dalam bentuk lain dengan menggunakan kata – kata sendiri tanpa mengubah pengertian.
Langkah – langkah menyusun parafrase adalah :
1. Pahami informasi yang dibaca
2. Tulislah inti informasi
3. Kembangkanlah inti informasi dengan kalimat sendiri
4. Ungkapkan kembali secara lisan dengan kata-kata sendiri tanpa mengubah pengertian
Menulis Wacana / Wacana Narasi
Wacana narasi artinya wacana/karangan yang men ceritakan suatu peristiwa yang terjadi, baik yang di alami sendiri maupun didengar dari orang lain.
Ada 2 macam Narasi yaitu :
1. Narasi Faktual/ekspositoris
Artinya : Narasi yang bertujuan untuk member informasi tentang kejadian nyata pada pembaca, agar pengetahuannya bertambah luas.
Contoh : kisah perjalanan, pembunuhan, pengeboman, dll kejadian nyata
2. Narasi Sugestif/Narasi Berplot
Artinya : Narasi yang menimbulkan imajinasi/daya khayalan pengarang.
Contoh : cerpen, novel, (bersifat fiktif maksudnya khayalan belaka, misal.Novel SITI NURBAYA karya MARAH RUSLI ,angkatan 20-an/angkatan balai pustaka.
Menyusun Teks Secara Jelas dalam Bahasa yang Benar (menulis teks atau naskah pidato)
Pidato artinya bentuk keterampilan berbicara, untuk menyampaikan informasi kepada pendengar tertentu dengan tujuan tertentu.
Tujuan pidato adalah :
1. Bersifat Intruktif / memberitahukan
2. Bersifat Rekreatif / menghibur
3. Bersifat Persuasif (membujuk, mengajak, merayu)
Persiapan yang harus dipedomani sebelum berpidato adalah :
1. Tentukan topik/tema
2. Tentukan tujuan pidato
3. Analisislah pendengar/ ketahuilah pendengar itu berasal dari kalangan mana . misal, petani,nelayan,dll
4. Kumpulkan bahan
5. Buatlah kerangka pidato
6. Kembangkanlah hal-hal yang di cantumkan didalam kerangka pidato
7. Lihatlah teks pidato itu dengan ucapan yang tepat
Langkah-langkah membuat kerangka pidato :
1. salam pembuka pidato
2. pendahuluan pidato
3. isi / materi pidato
4. harapan dan pesan-pesan pidato
5. kesimpulan pidato
6. salam penutup pidato
Langganan:
Postingan (Atom)